Saat ini, aplikasi untuk ponsel pintar menjamur. Namun, tahukah Anda bahwa ada 11 aplikasi pencuri data yang berpotensi merugikan pengguna? Melansir Kompas.com, daftar aplikasi berbahaya berikut masuk kriteria pengawasan Kominfo, karena memiliki fitur-fitur yang dapat menyabotase informasi pribadi milik penggunanya.
Key Takeaways
- Aplikasi pencuri data tampak sebagai aplikasi biasa, tapi memiliki fitur yang dapat menyabotase informasi pribadi pengguna.
- Fitur-fitur dalam aplikasi yang berpotensi mencuri data, antara lain: akses lokasi, kontak, perpesanan, dan lokasi.
- Pengguna dapat mencegah pencurian data dengan mengunduh aplikasi dari sumber terpercaya dan selektif dalam pemberian izin aplikasi.
1. Speed Camera Radar
Aplikasi ini tergolong populer dan sudah diunduh sebanyak 10 juta kali. Tujuan pembuatannya untuk membantu pengemudi mengetahui keberadaan kamera pengawas di jalan. Namun, terdapat banyak komplain akibat akses informasi ilegal, seperti: lokasi, informasi perangkat, kontak dan lainnya tanpa tujuan jelas.
Baca Juga: 5 Cara Melaporkan Situs Web Penipuan, Jangan Sampai Salah!
2. Al-Moazin Lite (Prayer Times)
Al-Moazin Lite tercatat sudah mendapatkan 10 juta kali unduhan. Fungsinya untuk memberitahukan waktu salat yang pas pada pengguna. Sayangnya, di balik itu, aplikasi ini juga mengumpulkan data-data pribadi tanpa izin yang tidak berkaitan, seperti akses panggilan, pesan, dan GPS.
3. WiFi Mouse (Remote Control PC)
Daftar 11 aplikasi pencuri data potensial berikutnya adalah WiFi Mouse yang tak kalah populer dari dua aplikasi pertama. Aplikasi ini berfungsi mengontrol komputer pengguna secara jarak jauh, dari ponsel. Sangat memudahkan, tapi juga rentan sabotase, apalagi fail-fail penting dalam komputer.
4. QR & Barcode Scanner
Aplikasi pemindai barcode ini berguna untuk memindai berbagai kode. Sangat efektif dan praktis, sayangnya riskan pencurian data. Khususnya untuk akses perbankan dan transfer data. Oleh sebab itu, Kominfo meminta pengguna aplikasi ini untuk berhati-hati dan bijak, agar tidak sembarangan memindai.
5. Qibla Compass – Ramadan 2022
Aplikasi yang telah terunduh sebanyak 5 juta kali ini berfungsi untuk menunjukkan arah kiblat. Namun, izin akses lokasi, kontak, dan notifikasi pada ponsel meningkatkan risiko pencurian data pribadi.
6. Simple Weather & Clock Widget
Sebenarnya, setiap perangkat ponsel pintar memiliki fitur pembaca cuaca dan jam bawaan. Namun, kadang pengguna bosan, sehingga mengunduh aplikasi pihak ketiga, seperti aplikasi ini. Permintaan akses berlebihan akhirnya menjadikannya masuk daftar 11 aplikasi pencuri data menurut Kominfo.
7. Handcent Next SMS-Text w/MMS
Aplikasi pihak ketiga ini menawarkan fitur SMS dan MMS dengan tampilan yang lebih menarik. Sayangnya, riwayat pesan pribadi Anda otomatis akan terbaca dan meningkatkan potensi kebocoran data sensitif.
8. Smart Kit 360
Aplikasi serbaguna Smart Kit 360 ini dapat diandalkan pengguna dalam aktivitas sehari-hari, seperti: menjadi kompas, pengukur jarak, dan alat lainnya. Sayangnya, aplikasi ini meminta izin kontak dan surel yang tidak memiliki kaitan erat dengan fungsinya dan meningkatkan potensi pencurian data.
Baca Juga: Cara Menghapus Rekam Jejak Digital, Mudah Dilakukan!
9. Al Quran MP3 – 50 Reciters & Translation Audio
Aplikasi dengan jumlah unduhan 1 juta kali ini memberikan kemudahan pengguna mendengarkan Al-Qur’an berikut terjemahannya. Sangat berguna, khususnya di bulan Ramadhan. Sayangnya, ada permintaan akses perangkat, riwayat penggunaan, dan notifikasi yang meningkatkan risiko kebocoran data.
10. Full Quran MP3 – 50+ Language & Translation Audio
Daftar 11 aplikasi pencuri data berikutnya mirip dengan aplikasi sebelumnya. Baik dari fungsi, maupun perizinan yang diminta. Oleh sebab itu, risiko yang menyertai juga sama. Tidak heran, bila Kominfo menerapkan pengawasan yang ketat terhadap penggunaan aplikasi yang satu ini.
11. Audiosdroid Audio Studio DAW
Audiosdroid tercatat sudah terunduh 11 juta kali. Aplikasi Digital Audio Workstation ini berguna untuk membuat dan mengedit musik, baik untuk kalangan musisi amatir dan profesional. Sayangnya, aplikasi ini dilaporkan mengakses beberapa data pribadi pengguna yang riskan kebocoran.
Baca Juga: Ciri Ciri Toko HP Online Penipu yang Harus Anda Waspadai
Bijak Mengunduh dan Menggunakan Aplikasi Ponsel Pintar
Anda tentu tidak ingin 11 aplikasi pencuri data, mulai dari Speed Camera Radar hingga Audiosdroid Audio Studio DAW menyabotase informasi pribadi dan menyalahgunakannya, bukan? Oleh sebab itu, harus lebih bijak dan selektif dalam memilih aplikasi-aplikasi yang hendak digunakan, terutama permohonan izin akses yang tidak terkait dengan fungsi aplikasi-aplikasi tersebut.
Selain itu, sebagai upaya perlindungan tambahan, gunakan layanan Internet Rumah dari Internet Cepat. Jaringan Internet Cepat dilengkapi dengan fitur blokir otomatis aplikasi berbahaya dan layanan managed service untuk memberikan solusi IT dan bantuan keamanan jaringan terhadap pengguna. Pilihan konektivitas andalan untuk Anda!